Cari cara mengatasi bibir kering?
Home » » Cari cara mengatasi bibir kering? Pakai pelembab bibir dari bahan alami ini, yuk
pengalaman Memutihkan Ketiak Dengan jeruk nipis
Tips 3 Menit Putihkan Ketiak dan Selangkangan
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Monday, January 25, 2021
Hujan datang setiap hari, ini cara menjaga daya tahan tubuh agar tetap kuat & sehat
Sudah divaksin tetapi bisa positif Covid-19? Ini penjelasannya
http://kesehatan.kontan.co.id/news/sudah-divaksin-tetapi-bisa-positif-covid-19-ini-penjelasannya
Segera beredar, obat semprot hidung yang bisa cegah virus Covid-19
http://kesehatan.kontan.co.id/news/segera-beredar-obat-semprot-hidung-yang-bisa-cegah-virus-covid-19
Penjelasan Singkat Peristiwa Gerakan 30 September 1965

Harian Sejarah -Gerakan 30 September 1965, atau disingkat G30S/PKI. Pihak Angkatan Darat menyebutnya sebagai Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh) atau Gestok (Gerakan Satu Oktober). G30S/PKI merupakan suatu peristiwa yang dikatakan sebagai suatu usaha kudeta oleh Partai Komunis Indonesia (PKI).
Dalam bisnis perebutan kekuasaan tadi, turut menjadi korban tujuh perwira tinggi Angkatan Darat Indonesia, sebagai suatu usaha menyingkirkan pihak-pihak yg oleh PKI disebut menjadi Dewan Jenderal dalam Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Ketujuh perwira tersebut terbunuh pada dini hari 1 Oktober 1965. Pembunuhan dipimpin oleh Letnan Kolonel Untung simpatisan PKI menurut Resimen Cakrabirawa.
Perwira AD yang terbunuh dalam 1 Oktober 1965, yakni:
- Letjen TNI Ahmad Yani (Menteri/Panglima Angkatan Darat/Kepala Staf Komando Operasi Tertinggi)
- Mayjen TNI Raden Suprapto (Deputi II Menteri/Panglima AD bidang Administrasi)
- Mayjen TNI Mas Tirtodarmo Haryono (Deputi III Menteri/Panglima AD bidang Perencanaan dan Pembinaan)
- Mayjen TNI Siswondo Parman (Asisten I Menteri/Panglima AD bidang Intelijen)
- Brigjen TNI Donald Isaac Panjaitan (Asisten IV Menteri/Panglima AD bidang Logistik)
- Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo (Inspektur Kehakiman/Oditur Jenderal Angkatan Darat)
- Lettu CZI Pierre Andreas Tendean (Ajudan Jenderal TNI Abdul Harris Nasution)
Adapun Jenderal TNI A.H Nasution sebagai keliru satu target berhasil selamat. Selamatnya Jenderal Nasution diikuti menggunakan tewasnya ajudannya, Letnan Satu CZI Pierre A. Tendean dan putri Jenderal Nasution, Ade Irma Suryani.
Perwira Tinggi Militer yg menjadi korban G30S/PKI
Pasca mengalami penganiayaan & penghilangan nyawa, ke 7 perwira militer dibuang ke suatu lokasi pada Pondok Gede, Jakarta yang dikenal menjadi Lubang Buaya dekat Lanud Halim Perdanakusuma. Mayat mereka ditemukan lalu dalam tiga Oktober 1965.
Beberapa orang lainnya juga turut sebagai korban:
- Bripka Karel Satsuit Tubun (Pengawal kediaman resmi Wakil Perdana Menteri II dr.J. Leimena)
- Kolonel Katamso Darmokusumo (Komandan Korem 072/Pamungkas, Yogyakarta)
- Letkol Sugiyono Mangunwiyoto (Kepala Staf Korem 072/Pamungkas, Yogyakarta)
Isu Dewan Jenderal
Isu Dewan Jenderal adalah sebuah info politik yang dipopulerkan sang PKI melalui media-media sayap kirinya, seperti Harian Rakyat yg diketuai sang Njoto, wakil Ketua CC PKI.
Ketika meletus insiden 30 September 1965, pada lepas 1 Oktober dengan lugas & lengkap Harian Rakyat memberitakan peristiwa tadi.
Dewan Jenderal merupakan julukan yg ditujukan pada beberapa petinggi Angkatan Darat Indonesia yg nir puas terhadap kebijakan Presiden Soekarno. Menurut PKI, Dewan Jenderal berusaha untuk melakukan perebutan kekuasaan pada lima Oktober 1965.
Isu sakitnya Bung Karno
Terdapat sebuah keterangan yang berkembang mengenai syarat kesehatan Presiden Sukarno dalam tahun 1964. Berkaitan menggunakan informasi yang belum teruji ini, lalu diangkat oleh PKI buat memojokan Dewan Jenderal yang diisukan akan melakukan kudeta sebelum kematian Presiden Soekarno.
Kabar mengenai kesehatan Bung Karno sendiri didapatkan berdasarkan laporan tim medis presiden yg dari menurut Tiongkok.
Pembentukan Angkatan Ke-lima & Konfrontasi Malaysia.
Pembentukan Angkatan Ke-lima merupakan sebuah gagasan yang mencuat menjelang kudeta 30 September 1965.
Ide pembentukan Angkatan Ke-5 berasal dari kesediaan Perdana Menteri Tiongkok, Zhou Enlai menjanjikan 100.000 pucuk senjata ringan secara gratis sebagai bentuk dukungan konfrontasi yang sedang dilakukan Indonesia .
PKI kemudian memberikan usulan kepada Presiden Soekarno untuk menciptakan angkatan bersenjata diluar Tentara Nasional Indonesia dengan mempersenjatai buruh dan petani menjadi bentuk pertahanan dan peningkatan kekuatan sukarelawan guna mendukung Konfrontasi Malaysia. Ide ini mendapatkan penolakan berdasarkan beberapa petinggi Angkatan Darat. Menurut Angkatan Darat, pembentukan kesatuan baru diluar matra yg terdapat, dikhawatirkan mengakibatkan permasalahan pertahanan nasional.
Angkatan Darat dalam akhirnya menyetujui pembentukan Angkatan Ke-lima dengan kondisi bahwa bukan hanya buruh & petani, namun seluruh elemen warga wajib dipersenjatai.
PKI kemudian menuduh bahwa Angkatan Darat kontra revolusi dan tidak mendukung penuh konfrontasi Malaysia.
Hal ini dapat diangggap sahih lantaran menjelang tahun 1964, beberapa kalangan menurut Angkatan Darat secara tertutup membuka komunikasi dengan Malaysia guna meredakan & menyelesaikan konflik.
Pasca G30S/PKI
Pasca pembunuhan beberapa perwira Tentara Nasional Indonesia AD, PKI berusaha menguasai 2 sarana komunikasi vital, yaitu studio RRI di Jalan Merdeka Barat & Kantor Telekomunikasi yg terletak pada Jalan Merdeka Selatan.
Melalui RRI, PKI menyiarkan pengumuman mengenai Gerakan 30 September yang ditujukan kepada para perwira tinggi anggota ?Dewan Jenderal? Yg akan mengadakan perebutan kekuasaan terhadap pemerintah yang absah. Diumumkan juga terbentuknya ?Dewan Revolusi? Yang diketuai oleh Letkol Untung Sutopo.
Reaksi warga terhadap Gerakan 30 September 1965 cenderung negatif & berbalik menuduh PKI menjadi dalang perebutan kekuasaan 1965. Mayjen. Soeharto kemudian memimpin upaya pencarian perwira korban G30S/PKI & pembubaran PKI saat mendapat mandat Surat Perintah 11 Maret 1966 (Supersemar).
Beberapa bulan pasca peristiwa, semua anggota & simpatisan PKI ditangkap & terjadi pembunuhan oleh masa yg tergabung pada militer, sipil & gerombolan Islam. Diketahui ratusan ribu buruh & petani Indonesia mengalami persekusi, dibunuh atau dimasukkan ke kamp-kamp tahanan untuk disiksa & diinterogasi. Pembunuhan-pembunuhan ini terjadi pada Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Menurut Soe Hok Gie, Bali menjadi tempat terbanyak korban penghilangan nyawa.
Diperkirakan 500.000 sampai 2.000.000 orang anggota atau mereka yang dianggap simpatisan PKI terbunuh dalam pembersihan unsur-unsur komunisme dari tahun 1965-1966. Bahkan menurut Letnan Jenderal TNI Sarwo Edhie Wibowo selaku pemimpin gerakan pembersian komunis, korban tewas mencapai lebih kurang 3000.000 jiwa.
Peristiwa G30S/PKU turut sebagai karena jatuhnya Presiden Soekarno berdasarkan kursi kepresidenan & menyebabkan Mayjen Soeharto naik menjadi pejabat presiden & lalu presiden ke-2 Republik Indonesia yg disahkan oleh MPRS.
Pada 23 Februari 1967, Presiden Soekarno menyerahkan kekuasaan negara pada Jenderal Soeharto selaku pengemban Tap MPRS No. IX tahun 1967. Kemudian pada 7-12 Maret 1967, MPRS menyelenggarakan Sidang istimewa pada Jakarta. Dalam sidang tersebut, MPRS menggunakan ketetapan No. XXXIII/MPRS/1967 tetapkan buat mencabut kekuasaan pemerintahan negara berdasarkan Presiden Soekarno.
Pada lepas 12 Maret 1967, Jenderal Soeharto diambil sumpahnya & dilantik menjadi Presiden Republik Indonesia. Sebelumnya, pada Sidang Umum MPRS pada lima Juli 1966 telah disahkan Tap MPR No. XXV tahun 1966 sang pimpinan MPRS, Jenderal A.H. Nasution (Ketua) dan Wakil Ketua Osa Maliki, M. Siregar, Subchan Z.E., dan Mashudi.
Tap MPR No. XXV tahun 1966 berisi:
Pembubaran Partai Komunis Indonesia & menyatakan menjadi Organisasi terlarang pada seluruh Indonesia dan Larangan setiap aktivitas buat menyebarkan atau membuatkan faham atau ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme.

Untuk mengenang peristiwa berdarah tersebut, setiap 30 September diperingati sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September (G30S/PKI). Hari berikutnya, 1 Oktober, ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya dibangun untuk mengingatkan peristiwa tersebut.
Gelar Pahlawan Revolusi disematkan kepada sejumlah perwira militer yg gugur pada insiden kudeta G30S/PKI yang terjadi pada Jakarta & Yogyakarta pada tanggal 30 September 1965.
Catat, ini yang terjadi pada orang yang tertular virus corona
http://kesehatan.kontan.co.id/news/catat-ini-yang-terjadi-pada-orang-yang-tertular-virus-corona-1
AL Ghazali, Tokoh Pembaharu Islam

Foto: edupost.id
Harian Sejarah -Imam Al Ghazali merupakan salah satu tokoh yang dikenal dalam sejarah peradaban Islam. Bukan hanya bagi kalangan internal muslim, namun reputasinya juga dikenal secara luas di dunia. Kisah perjalanan kehidupannya masih dipelajari dan dibahas dalam forum-forum ilmiah. Pada artikel ini kita akan membahas secara ringkas mengenai kehidupan Al Ghazali.
Kehidupan & Masa Pencarian Jati Diri Imam Al Ghazali

Imam Al Ghazali lahir di wilayah Thus, Khurasan, atau yang sekarang dikenal sebagai Iran pada tahun 450 Hijriah atau 1058 Masehi. Beliau memiliki nama lengkap yakni Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al Ghazali ath-Thusi asy-Syafi’i. Nama Hamid diberikan Karena salah satu anaknya bernama Hamid, sedangkan nama al Ghazali sendiri diberikan karena profesi ayahnya adalah seorang ghazal (pemintal bulu domba).
Ia berkesempatan mengenyam pendidikan di Nizamiyah di Baghdad di bidang hukum serta agama. Dalam masa Pendidikan itulah ia memiliki kedekatan hubungan hingga menjadi wazir (penasihat) bagi Nizam al-Mulk Isfahan in 1085. Lalu ia juga menjadi salah satu guru besar di Nizamiyah yang mengajari banyak cendikiawan muslim. Pekerjaan tersebut memberinya segalanya, harta, kedudukan dan kemudahan dunia.
Hal-hal tersebut justru membuatnya bimbang dalam menjalani kehidupan. Saat berumur 35 tahun, ia melakukan sebuah pengembaraan demi melakukan tazkiyyatun nafs (penyucian diri) dengan memelajari banyak hal. Pengembaraannya ke Syria, Mesir, Jerusalem, Mekah dan Madinah membuahkan banyak hal. Ia menyadari bahwa terdapat banyak perbedaan dalam pandangan hidup dan pencarian jati diri manusia sebagai usaha mendekatkan diri kepada Tuhan.
Setelah pengembaraannya berakhir, dia menetapkan buat hidup menjadi seseorang sufi dan mengajar tentang sufisme pada kampung halamannya di Tus hingga wafat pada 1111 masehi.
Kritik Terhadap Filsafat Yunani Serta Sufisme Al-Ghazali

Abad ketika Al Ghazali lahir merupakan masa dimana filsafat yunani jamak dipelajari pelbagai ilmuan saat itu. Filsafat tadi menitikberatkan kepada pentingnya berlogika & logika sehat. Logika tersebut dicermati sebagai Al Ghazali menjadi bentuk pengingkaran terhadap keberadaan & kesempurnaan Tuhan.
Para filsuf seperti Aristoteles, Al-Farabi dan Ibn Sina berpendapat bahwa tidak adanya keberadaan Tuhan serta tidak ketidakmampuan Tuhan mengetahui semua yang terjadi di dunia. Selain itu mereka juga menganggap bahwa tidak adanya hari dimana manusia akan dibangkitkan kembali pada hari kiamat. Lantas ia menantang pandangan para filsuf tersebut dan berujung pada kemenangan dialektika yang tertulis dalam buku Tahafut al Falasifa (Kesalahan para Filsuf).
Hal tersebutlah yang membuat ilmunya sangat dikenal luas, terutama pada bidang filsafat, agama dan sufisme. Dalam bidang filsafat dia berbagi deretan pemikiran filsafat terbaru & Yunani klasik yang tidak menyalahi ajaran Islam.
Imam al Ghazali memiliki andil yang akbar dalam pemahaman manusia pada ajaran kepercayaan . Dalam bidang agama dan sufisme ia menekankan pentingnya membuahkan sufisme sebagai cara menggapai balik kemurnian ajaran Islam.
Al Ghazali menjadikan sufisme terkoneksi menggunakan nilai-nilai kebaikan Islam lantaran memelajari cara mengenal Allah dan alam semesta, contohnya adalah salah satu pandangannya mengenai manusia yg terbentuk dari campuran jiwa & tubuh secara fisik dimana jiwa merupakan pusat menurut diri insan. Ia pula beropini bahwa jiwa yang bersih akan menuntun kita mengenali Tuhan secara mendalam.
Al Ghazali tidak hanya memberikan perkembangan terhadap global Islam, tetapi juga memengaruhi ajaran Yahudi dan Kristen dalam pandangannya tentang pulang ke hal yang mendasar atau fundamental dalam kehidupan beragama.
Berikut ini adalah sebagian berdasarkan karya Imam Al-Ghazali:
1. Bidang Teologi
a. Al-Munqidh min adh-Dhalal (Penyelamat dari kesesatan)
b. Al-Iqtishad fi al-I`tiqad (Modernisasi pada aqidah)
c. Al ikhtishos fi al ?Itishod (Kesederhanaan pada beri?Tiqod)
2. Bidang Tasawuf
a. Ihya Ulumuddin (Kebangkitan Ilmu-Ilmu Agama)
b. Kimiya as-Sa'adah (Kimia Kebahagiaan)
c. Misykah al-Anwar (The Niche of Lights / Lampu yang bersinar),
3. Bidang Filsafat
a. Maqasid al-Falasifah (Tujuan para filusuf),
b. Tahafut al-Falasifah,
4 Bidang Fiqih
a. Al-Mushtasfa min `Ilm al-Ushul
b. Al mankhul minta’liqoh al ushul (Pilihan yang tersaing dari noda-noda ushul fiqih).
c. Tahzib al ushul (Elaborasi terhadap ilmu ushul fiqiha).
Lima. Bidang Logika
a. Mi`yar al-Ilm (The Standard Measure of Knowledge/ Kriteria ilmu-ilmu).
b. al-Qistas al-Mustaqim (The Just Balance)
c. Mihakk al-Nazar fi al-Manthiq (The Touchstone of Proof in Logic)










