Cari cara mengatasi bibir kering?
Home » » Cari cara mengatasi bibir kering? Pakai pelembab bibir dari bahan alami ini, yuk
pengalaman Memutihkan Ketiak Dengan jeruk nipis
Tips 3 Menit Putihkan Ketiak dan Selangkangan
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Thursday, February 11, 2021
Banyak dicari di masa pandemi corona, ini manfaat minyak kelapa murni bagi kesehatan
Mumi dan Tradisi Pemakaman Mesir Kuno

Foto: bobviral.com
Harian Sejarah -Orang Mesir Kuno mengenal akhirat. Akan tetapi akhirat bukan lah seperti yang terlintas pada ajaran agama samawi. Menurut orang Mesir Kuno akhirat adalah kehidupan badaniah bukan penggantian berbentuk rohaniah. Jiwa meninggalkan badan pada saat kematian, tetapi menurut harapannya jiwa itu dapat kembali pada badan tadi. Oleh karena itu orang-orang Mesir sangat bernafsu untuk mengekalkan kehidupannya demi dirinya sesudah mati, dan mengejar tujuan akhirat secara lebih serius dibanding tujuan apa pun yang bisa diraih selama kehidupan di dunia.
Jejak-jejak perkembangan tradisi pemakaman bangsa Mesir memang kurang diketahui, bahkan perkembangan prosesi pemumian. Pengetahuan yg terdapat sekarang tentang proses itu (pembalseman, penggunaan minyak, garam, dll) sebagian besar berdasarkan tulisan Herodotus & penyelidikan terhadap mumi sendiri.
Ilustrasi. Foto: www.Chuchotezvous.Ru
Ketika raja-raja Mesir dimakamkan, orang-orang Mesir belum pernah mem-balsam orang mati. Prosesi pemakaman pun masih sangat sederhana, yakni badan raja dibungkus kain, yg kadang kala direndam di cairan damar. Akan tetapi, metode itu sama sekali tidak dapat mengawetkan mayat. Metode pengawetan mayat terus berkembang sampai akhirnya membuat suatu tradisi perawatan bagi jenazah orang-orang Mesir yg dinamakan menggunakan pemumian.
Setelah pemumian dilaksanakan, mumi dimasukkan makam (makam di dalam piramid untuk firaun) bersama dengan barang-barang yang diharapkan akan diperlukan oleh yang mati dalam kehidupan barunya . Barang tersebut biasanya berupa makanan, alas kaki, perhiasasan, serta mahkota atau tongkat jika ia seorang firaun.
Pemakaman dengan model pemumian, membutuhkan biaya yang sangat mahal. Bahkan, mahalnya biaya buat mengawetkan jenazah melebihi kebutuhan mereka buat merias diri selama hidup. Pada zaman Mesir Kuno, hanya firaun yg berhak hayati pada alam akhirat, sehingga pemumian hanya dilakukan buat seseorang firaun.
Akan tetapi pada masa kerajaan baru, 11 abad kemudian, kehidupan akhirat adalah hak seluruh orang Mesir, akibatnya tradisi pemumian semakin poly dilakukan. Biaya yang sangat mahal mengakibatkan nir semua rakyat Mesir ketika itu dapat melakukan tradisi pemakaman selayaknya, orang-orang miskin menggunakan kain kafan sebagai pengganti peti & melakukan penguburan di bawah timbunan pasir.
Rujukan:
Bauer, Susan Wise. 2010. Sejarah Dunia Kuno: Dari Cerita-Cerita Tertua sampai Jatuhnya Roma. Terj. Aloysius Prasetya. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Toynbee, Arnold. 2007. Sejarah Umat Manusia. Terj. Agung Prihantoro. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
6 Tempat berisiko tinggi penularan virus corona mengacu WHO, hindari!
Orang Hyksos di Mesir Kuno
Orang Hyksos pertama kali muncul di Mesir pada tahun 1.800 SM, pada masa Dinasti Kesebelas, dan mulai naik ke tampuk kekuasaan pada Dinasti ke-13. Foto: Pinterest

Harian Sejarah -Kata "hyksos" berasal dari heka khasewet, yang berarti "penguasa asing", dan digunakan oleh orang Mesir untuk menggambarkan raja-raja di daerah sekitar Mesir. Karena ketidakstabilan dan kelaparan di daerah sekitar Mesir, Hyksos menyerang Mesir selama periode kedua, sekitar 1700 SM. Mereka membentuk Dinasti ke-15 dan memerintah Mesir selama lebih dari seratus tahun.
Hyksos merupakan nama yg diberikan sang orang Mesir Kuno pada bangsa yang tiba dari timur yang menguasai Mesir. Mereka tiba dari Asia yg memanfaatkan kekacauan politik & ekonomi di Mesir menggunakan menginvasi Mesir. Secara budaya memang bangsa Hyksos kalah menggunakan bangsa Mesir, akan namun secara kemampuan militer & persenjataan lebih unggul.
Meskipun dalam akhirnya pencaplokan ini berujung pada berdirinya pemerintahan orang Hyksos atas bangsa Mesir, orang Mesir kemudian mengadopsi teknologi dan mengambil manfaat dalam keunggulan teknologi bangsa Hyksos buat kemajuan militer mesir pada masa depan.
Siapa Hyksos itu?
Daerah Mesir bagian utara yang dikuasai secara menyeluruh oleh Bangsa Hyksos. Foto: ancient-egypt-online.com
Meskipun tidak jelas dari mana berasal Hyksos, mereka merupakan orang Semitik yang jua dikenal sebagai orang Amori & kadang-kadang diklaim "Raja Gembala". Nama mereka mencerminkan berasal usul Barat-Semit, dan kemungkinan akbar mereka herbi orang Ibrani. Orang Amori mengacu pada orang-orang yg tinggal di Suriah & Turki selatan.
Setelah menyerang dan mengalahkan bagian-bagian Suriah yg sudah berada pada bawah kendali Mesir, mereka mulai menyerang Mesir. Hyksos tidak pernah mendapatkan kendali penuh atas Mesir, hanya Mesir Hilir, yaitu daerah paling utara pada Mesir: Delta Nil yg subur, antara Mesir dan Laut Tengah. Yang menutupi mulut Sungai Nil. Mereka memerintah berdasarkan bunda kota mereka, Avaris.
Invasi Hyksos
Hyksos berhasil menyerang Mesir dengan sukses lantaran keahlian mereka dalam memakai senjata perunggu, busur komposit dan penggunaan kereta kuda selama pencaplokan. Orang-orang Mesir menggambarkan penggulingan kekuasaan oleh orang Hyksos dengan cara yang tidak beradab, meskipun penggulingan yang terjadi relatif cukup hening & tanpa banyak menyebabkan kekacauan.
Kelaparan adalah hal yg melatarbelakangi orang Hyksos menginvasi Mesir. Orang Hyksos menyusup secara perlahan dan berbaur dengan masyarakat Mesir telah relatif usang, sebelum invasi akbar dilakukan secara agresif. Meskipun orang Hyksos berhasil menguasai Mesir, namun waktu mereka kemudian terusir pulang, tidak ditemukan catatan berarti mengenai tradisi yang ditinggalkan sang orang Hyksos. Diyakini bahwa orang Hyksos tidak begitu mengatur kehidupan warga Mesir, terutama soal keagamaan.
Aturan Hyksos pada Mesir
Orang Hyksos mempertahankan pemerintahan Mesir bagian hilir selama 198 tahun. Salatis adalah "Raja Gembaladanquot; pertama yang memerintah. Salatis mempunyai arti "Raja yang bertenaga." Salatis menguasai tanah pada Delta Nil & Mesir bagian hilir.
Meskipun Salatis memegang kekuasaan Mesir secara politis, akan namun para penguasa pada Mesir tetap memegang kendali atas kota-kota mereka namun permanen mengakui kekuasaan Salatis dengan memberi penghargaan tahunan pada para Salatis yg mengklaim kemerdekaan mereka monoton.
Penemuan Teknologi Orang Hyksos

Shadoof
Orang Hyksos adalah penemu dan pengrajin yang mengesankan. Salah satu perbaikan teknologi terpenting yang mereka bawa ke Mesir adalah shadoof. Shadoof merevolusi teknik yang digunakan orang Mesir untuk bertani. shadoof adalah alat kayu yang terbuat dari tiang dengan ember kayu di salah satu ujungnya, dan berat di sisi lain.
Dengan memakai shadoof, orang Mesir antik sanggup mengumpulkan air pada atas permukaan Sungai Nil dan buat mengalihkan air ke kanal. Hal ini akhirnya berujung dalam kemampuan orang Mesir kuno buat menanam dan memanen dua jenis flora pada setahun.

Perahu orang Mesir
Perbaikan besar lainnya yang diperkenalkan Hyksos ke dalam kehidupan kuno orang Mesir adalah kapal yang terintegrasi dengan Keels. Keels adalah pisau datar yang membuat kapal lebih layak untuk dilalui dengan membuatnya lebih stabil. Dengan membuat kapal yang lebih stabil, orang-orang Mesir kuno dapat meningkatkan perdagangan dengan Kepulauan Mediterania yang, pada gilirannya, mendorong ekonomi Mesir.
Salah satu kontribusi terbesar yang dibentuk Hyksos pada budaya Mesir merupakan pengarsipan dokumen. Apophis, raja Hyksos yg kelima, menuntut agar juru tulis menyalin teks Mesir buat di arsipkan. Dia bertanggung jawab buat mengarsipkan banyak dokumen.
Tersingkirnya Hyksos
Selama periode saat Hyksos memerintah Mesir Hilir. Orang Mesir melihat poly raja Mesir yg memerintah Mesir bagian hulu, namun mereka pula melihat saat yg tenang & sejahtera. Hal yang sama yg memungkinkan Hyksos buat mengambil alih Mesir, jua membiarkan orang Mesir mengusir mereka menurut Mesir.
Pengenalan senjata dan teknik militer yg lebih baik akhirnya dipakai melawan Hyksos. Selama "perang pembebasandanquot;, antara tahun 1570-1550 SM, Kamose & Ahmose melawan Hyksos. Ahmose I, Firaun pertama Dinasti ke 18, menuntaskan eksodus Hyksos dari Mesir & menyatukan Mesir Hulu & Mesir Hilir buat memulai Kerajaan Baru.
Fakta Mengenai Orang Hyksos
- Para penguasa Hyksos tidak pernah sampai di Mesir selatan. Thebes, Abydos dan Thinis tetap tak tersentuh oleh orang Hyksos.
- Raja-raja Hyksos berasimilasi dengan budaya Mesir, membiarkan orang-orang Mesir tetap menjalankan tradisi dan budaya mereka.
- Orang Hyksos adalah pedagang, pelaut, perajin, dokter, pengrajin, pembuat anggur, dan lain-lain. Mereka mengenalkan semua keahlian mereka kepada orang Mesir.
- Orang Hyksos terdiri dari beragam etnis
- Dari ibu kota mereka, Avaris, raja-raja Hyksos mengembangkan aliansi dengan Kreta, Siprus, dan Anatolia.
- Hyksos menyembah Seth, dewa Mesir yang dikenal jahat oleh sebagian orang Mesir.
- Meskipun orang-orang Mesir kuno menggunakan hieroglif untuk bahasa mereka, namun orang Hyksos tidak menggunakannya selama memerintah Mesir.
3 Gangguan belajar yang sering ditemui anak-anak
http://kesehatan.kontan.co.id/news/3-gangguan-belajar-yang-sering-ditemui-anak-anak










