http://kesehatan.kontan.co.id/news/sederet-manfaat-daun-beluntas-untuk-kesehatan-1
Cari cara mengatasi bibir kering?
Home » » Cari cara mengatasi bibir kering? Pakai pelembab bibir dari bahan alami ini, yuk
pengalaman Memutihkan Ketiak Dengan jeruk nipis
Tips 3 Menit Putihkan Ketiak dan Selangkangan
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Saturday, February 6, 2021
Sederet manfaat daun beluntas untuk kesehatan
Latar Belakang Lahirnya Supersemar
Mayjen. Soeharto dibelakang Presiden Sukarno, Maret 1966. Foto: Pinterest
Pada tanggal 11 Maret 1966 di Istana Negara diadakan Sidang Kabinet Dwikora yang telah disempurnakan yang dipimpin langsung oleh Presiden Soekarno dengan tujuan untuk mencari jalan keluar terbaik agar dapat menyelesaikan krisis yang memuncak secara bijak.
Ketika sidang tengah berlangsung, ajudan presiden melaporkan bahwa di sekitar istana terdapat pasukan yang tidak dikenal. Untuk menghindari segala sesuatu yang tidak diinginkan, maka Presiden Soekarno menyerahkan pimpinan sidang kepada Waperdam II (Wakil Perdana Menteri II) Dr J. Laimena.
Dengan helikopter, Presiden Soekarno didampingi Waperdam I, Dr Subandrio, dan Waperdam II Chaerul Saleh menuju Istana Bogor. Seusai sidang kabinet, Dr J. Laimena pun menyusul ke Bogor.
Tiga orang perwira tinggi yaitu Mayor Jenderal Basuki Rakhmat, Brigadir Jenderal M. Yusuf, dan Brigadir Jenderal Amir Machmud menghadap Letnan Jenderal Soeharto selaku Menteri Panglima Angkatan Darat dan Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib) untuk minta izin akan menghadap presiden.

Tiga Perwira perumus Supersemar. Foto: 30 tahun Indonesia Merdeka
Pada hari itu juga, tiga orang perwira tinggi sepakat untuk menghadap Presiden Soekarno di Istana Bogor dengan tujuan untuk meyakinkan kepada Presiden Soekarno bahwa ABRI khususnya AD tetap siap siaga mengatasi keadaan. Di Istana Bogor Presiden Soekarno didampingi Dr Subandrio, Dr J. Laimena, dan Chaerul Saleh serta ketiga perwira tinggi tersebut melaporkan situasi di ibukota Jakarta.
Mereka juga memohon agar Presiden Soekarno mengambil tindakan untuk mengatasi keadaan. Kemudian presiden mengeluarkan surat perintah yang ditujukan kepada Letnan Jenderal Soeharto selaku Menteri Panglima Angkatan Darat untuk mengambil tindakan menjamin keamanan, ketenangan, dan kestabilan jalannya pemerintahan demi keutuhan bangsa dan negara Republik Indonesia.
Adapun yang merumuskan surat perintah tersebut adalah ketiga perwira tinggi, yaitu Mayor Jenderal Basuki Rakhmat, Brigadir Jenderal M. Yusuf, dan Brigadir Jenderal Amir Machmud bersama Brigadir Jenderal Subur, Komandan Pasukan Pengawal Presiden Cakrabirawa. Surat itulah yang kemudian dikenal sebagai Surat Perintah 11 Maret 1966 atau Supersemar.
Tindak Lanjut Supersemar
Sebagai tindak lanjut keluarnya Surat Perintah 11 Maret 1966, Letnan Jenderal Soeharto sebagai pengemban Supersemar segera mengambil tindakan untuk menata kembali kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945, yaitu sebagai berikut:
- Tanggal 12 Maret 1966, dikeluarkanlah surat keputusan yang berisi pembubaran dan larangan PKI beserta ormas-ormasnya yang bernaung dan berlindung atau senada dengannya, beraktivitas dan hidup di seluruh wilayah Indonesia. Keputusan tersebut diperkuat dengan Keputusan Presiden/Pangti ABRI/Mandataris MPRS No.1/3/1966 tangal 12 Maret 1966. Keputusan pembubaran PKI beserta ormas-ormasnya mendapat sambutan dan dukungan dari seluruh rakyat karena merupakan salah satu realisasi dari Tritura.
- Tanggal 18 Maret 1966 pengemban Supersemar mengamankan 15 orang menteri yang dinilai tersangkut dalam G 30 S/PKI dan diragukan etika baiknya yang dituangkan dalam Keputusan Presiden No. 5 Tanggal 18 Maret 1966.
- Tanggal 27 Maret pengemban Supersemar membentuk Kabinet Dwikora yang disempurnakan untuk menjalankan pemerintahan. Tokoh-tokoh yang duduk di dalam kabinet ini adalah mereka yang jelas tidak terlibat dalam G 30 S/PKI.
- Membersihkan lembaga legislatif dimulai dari tokoh-tokoh pimpinan MPRS dan DPRGR yang diduga terlibat G 30 S/PKI. Sebagai tindak lanjut kemudian dibentuk pimpinan DPRGR dan MPRS yang baru. Pimpinan DPRGR baru memberhentikan 62 orang anggota DPRGR yang mewakili PKI dan ormas-ormasnya.
- Memisahkan jabatan pimpinan DPRGR dengan jabatan eksekutif sehingga pimpinan DPRGR tidak lagi diberi kedudukan sebagai menteri. MPRS dibersihkan dari unsur-unsur G 30 S/PKI. Seperti halnya dengan DPRGR, keanggotaan PKI dalam MPRS dinyatakan gugur. Sesuai dengan UUD 1945, MPRS mempunyai kedudukan yang lebih tinggi daripada lembaga kepresidenan.

Mayjen. Soeharto selaku pengemban Supersemar mengambil tindakan dengan “pengamanan” terhadap sejumlah Menteri Kabinet Dwikora yang disempurnakan dan tokoh-tokoh yang terlibat dalam G 30 S/PKI, yaitu sebagai berikut:
- Dr. Subandrio : Wakil PM I, Menteri Departemen Luar Negeri, Menteri Luar Negeri/Hubungan Ekonomi Luar Negeri.
- Dr. Chaerul Saleh : Wakil PM III, Ketua MPRS.
- Ir. Setiadi Reksoprodjo : Menteri Urusan Listrik dan Ketenagaan.
- Sumardjan : Menteri Pendidikan Dasar dan Kebudayaan.
- Oei Tju Tat, S.H. : Menteri Negara diperbantukan kepada presidium kabinet.
- Ir. Surachman : Menteri Pengairan dan Pembangunan Desa.
- Jusuf Muda Dalam : Menteri Urusan Bank Sentral, Gubernur Bank Negara Indonesia.
- Armunanto : Menteri Pertambangan.
- Sutomo Martopradoto : Menteri Perburuhan.
- A. Astrawinata, S.H : Menteri Kehakiman.
- Mayjen. Achmadi : Menteri Penerangan di bawah presidium kabinet.
- Drs. Moh. Achadi : Menteri Transmigrasi dan Koperasi.
- Letkol. Imam Sjafei : Menteri Khusus Urusan Pengamanan.
- J.K Tumakaka : Menteri/Sekretaris Jenderal Front Nasional.
- Mayjen. Dr. Soemarno : Menteri/Gubernur Jakarta Raya.
Kemudian pada tanggal 20 Juni sampai 5 Juli 1966 diadakan Sidang Umum IV MPRS dengan hasil sebagai berikut:
- Ketetapan MPRS No. IX/MPRS/1966 tentang Pengesahan dan Pengukuhan Supersemar.
- Ketetapan MPRS No. X/MPRS/1966 mengatur Kedudukan Lembaga-Lembaga Negara Tingkat Pusat dan Daerah.
- Ketetapan MPRS No. XII/MPRS/1966 tentang Kebijaksanaan Politik Luar Negeri RI Bebas Aktif.
- Ketetapan MPRS No. XIII/MPRS/1966 tentang Pembentukan Kabinet Ampera.
- Ketetapan MPRS No. XIX/MPRS/1966 tentang Peninjauan Kembali Tap. MPRS yang Bertentangan dengan UUD 1945.
- Ketetapan MPRS No. XX/MPRS/1966 tentang Sumber Tertib Hukum RI dan Tata Urutan Perundang-undangan di Indonesia.
- Ketetapan MPRS No. XXV/MPRS/1966 tentang Pembubaran PKI dan Pernyataan PKI dan Ormas-Ormasnya sebagai Organisasi Terlarang di Indonesia.
Dengan berakhirnya Sidang Umum IV MPRS, berarti landasan awal Orde Baru berhasil ditegakkan. Demikian pula dua dari tiga tuntutan rakyat (Tritura) telah dipenuhi, yaitu pembubaran PKI dan pembersihan kabinet dari unsur-unsur PKI. Sementara itu, tuntutan ketiga, yaitu penurunan harga yang berarti perbaikan bidang ekonomi belum diwujudkan.
Hal itu terjadi karena syarat mewujudkannya perlu dilakukan dengan pembangunan secara terus-menerus dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Pelaksanaan pembangunan agar lancar dan mencapai hasil maksimal memerlukan stabilitas nasional.
Daftar Rujukan:
Purwito, Edy dan Kuswanto. 1989. Sejarah Nasional Indonesia dan Dunia. Solo: Tiga Serangkai.
Kartodirdjo, Sartono 1988. Pengantar Sejarah Indonesia Baru II. Jakarta: Gramedia.
Pesawat Jet Rusia MiG-29K-KUB

Mig-29K/KUB. Foto: Jejak Tapak
Harian Sejarah -MiG-29K/KUB merupakan pesawat jet kapal induk generasi ke-4++ terbaru di antara jenis lainnya yang diproduksi secara berseri, kata Andrey Fomin, Pemimpin Redaksi Majalah Vzlyot.
?Di luar kemiripannya dengan versi darat MiG-29, pesawat ini sungguh tidak sinkron. Perbedaan itu ada pada teknologi siluman, sistem baru pengisian bahan bakar, pelipatan sayap dan mekanisme, yg menciptakan pesawat ini mampu melakukan lepas-landas dan pendaratan dalam kecepatan rendah,? Kata sang pakar pada RBTH pada sebuah wawancara.
MiG-29K memiliki badan pesawat sophisticated yang terbuat berdasarkan material komposit, dan sistem kontrol fly-by-wire dengan redudansi empat kali lipat.
Tangki internal pesawat ini dapat menampung 50 persen bahan bakar lebih banyak berdasarkan pendahulunya. Tiga tangki bahan bakar tambahan ditempatkan di bawah badan pesawat & sayap. Dengan begitu, jangkauan operasional pesawat ini semakin tinggi drastis, begitu pula muatan senjatanya. Versi darat MiG-29 dapat mengangkut beban empat ton, ad interim versi kapal induk pesawat ini dapat mengangkut senjata seberat 6,5 ton. Gudang senjatanya termasuk misil jelajah anti-kapal supersonik modern X-31 & X-35, dan bom udara menggunakan sistem pemandu televisi
MiG-29KUB

- Tipe Pesawat tempur pada kapal induk
- Terbang perdana 23 Juli 1988
- Status Masih produksi
- Pengguna utama Angkatan Udara India
- Pengguna lain Angkatan Udara Rusia
- Tahun produksi 2005–sekarang
- Jumlah produksi 11
- Acuan dasar Mikoyan MiG-29M
Spesifikasi :

- Kru: Satu / Dua (KUB)
- Panjang: 17,3 m (57,76 ft)
- Lebar sayap : 11.99 m (39,34 ft)
- Tinggi: 4.40 m (14,44 ft)
- Area sayap: 43 m² (462 ft ²)
- Berat Loaded: 18.550 kg (£ 40.900)
- Max. berat lepas landas : 24.500 kg (54.000 lb)
- Powerplant : 2 × Klimov RD-33 MK afterburning turbofan , 9.000 kgf (88.3 kN , 19,800 lbf) masing-masing
- Berat: 18.550 kg
- Panjang: 17 m
- Biaya per unit: 32.000.000–32.000.000 USD
- Tipe mesin: Klimov RD-33
- Kecepatan maksimum : Mach 2 + (2.200 km / jam, 1.370 mph) / Pada ketinggian rendah: Mach 1,2 (1.400 km / jam, 870 mph)
- Kisaran Ferry : 2.100 km (1.240 mil) / 3.000 km (1.860 mil) dengan 3 drop tank
- Layanan langit-langit : 17.500 m (57.400 kaki)
- Tingkat panjat : awal 330 m / s, rata-rata 109 m / s 0–6000 m (65.000 ft / min)
- Loading sayap : 442 kg / m² (£ 90,5 / ft ²)
- Thrust / weight : 0.97
- Pembuat: Mikoyan
Rujukan:
Indonesia RBTH
Deagle
Friday, February 5, 2021
Al-Kindi dan Filsafat Ketuhanan
Al-Kindi – The Transmission of Greek Metaphysics to Islamic Theology. Foto: BBC

Harian Sejarah -Pada abad ke-9 penulisan filsafat secara sistematis baru dimulai adapun pada masa sebelumnya kegiatan filosofis hanya terbatas pada penerjemahan karya-karya filsafat Yunani dan Suryani. Seorang penulis yang mengawali langkah untuk membangun tradisi penulisan filsafat tak lain adalah Al Kindi, bernama lengkap Abu Yusuf Yaqub Al-Kindi lahir di Kufah tahun 866 M.
Tak usang lalu beliau berpindah ke Baghdad yg dalam masa itu sebagai bunda kota kekhalifahan Bani Abbas sebagai pusat keilmuan. Di sini beliau menuntaskan pendidikannya. Pengetahuannya tentang kesusastraan Yunani, Persia & India sudah menganugerahinya kehormatan dan kemasyhuran selama tinggal di Baghdad.
Al Kindi ditinjau sebagai filosof bangsa Arab pertama lantaran beliau sebagai pencinta kebijaksanaan dan memiliki metode dan penyelidikan filsafat yang tersistematis. Ia menjadi jembatan penghubung antara pendekatan intelektual dengan disiplin filsafat.
Pada masa itu teologi mu?Tazilah menjadi pegangan pemerintahan Islam sebagai akibatnya Al Kindi menerima dukungan menurut tiga khalifah Bani Abbas yakni Al-Ma?Mun, Al-Mu?Tasim, & Al-Watsiq. Ketiga Khalifah ini mendukung total keberlangsungan belajar-mengajar dan aktivitas ilmiah, filsafat, & sastra.
Akan tetapi dalam masa pemerintahan al-Mutawakil, Al Kindi mengalami nasib buruk karena khalifah nir menyetujui kecenderungannya terhadap paham mu?Tazilah sebagai akibatnya beberapa permasalahan terjadi seperti dipecat berdasarkan jabatannya, perebutan perpustakaan al-Kindiyah yg akhirnya pulang ditangan pemilik aslinya. Al Kindi tidak memperoleh hak-hak istimewahnya di istana.
Al-Kindi aktif terlibat dalam kegiatan penerjemahan buku-buku Yunani & sekaligus melakukan koreksi serta perbaikan atas terjemahan orang lain. Selain itu, dia jua termasuk seorang yang kreatif & produktif dalam kegiatan tulis-menulis. Tulisannya relatif banyak pada pelbagai disiplin ilmu. Untuk detail pada bawah ini dikemukakan beberapa karya Al-Kindi:
- Fi al-falsafat al-‘Ula
- Kitab al-Hassi ‘ala Ta’allum al-Falsafat
- Risalat ila al-Ma’mun fi al-‘illat wa Ma’lul
- Risalat fi Ta’lif al-A’dad
- Kitab al-Falsafat al-Dakhilat wa al-Masa’il al-Manthiqiyyat wa al-Mu’tashah wa ma Fauqa al-Thabi’iyyat
- Kammiyat Kutub Aristoteles
- Fi al-Nafs
Hasil goresan pena Al kindi tak lepas berdasarkan output cerminan komitmen kuatnya dalam jalan filsafat dan tentang rasional. Diantara karyanya yg paling menarik merupakan risalahnya yang berjudul Al-Hatsts ?Ala Ta?Allum Al-Falasafah (Anjuran buat Belajar Filsafat), Fi Al-Falsafah Al-Ula (Filsafat Pertama) dan lain sebagainya. Dalam kerangka filosofis Al Kindi banyak mengikuti jejak Plato & Aristoteles.
Filsafat Ketuhanan: Bukti Keberadaan Tuhan
Pandangan Al-Kindi tentang ketuhanan sinkron dengan ajaran Islam dan bertentangan menggunakan pendapat Aristoteles, Palto & Plotinus. Berdasarkan output goresan pena dia dalam kitab Fi al-Falsafat al-Ula? & Fi Wahdaniyyat Allah wa Tanahi Jirm al-Alam. Beliau beropini bahwa Allah adalah wujud sebenarnya, bukan dari dari tiada sebagai ada. Allah merupakan wujud yg terdapat dan selalu terdapat & akan selamanya ada.
Allah adalah wujud sempurna dan tidak didahului wujud lain. Wujud-Nya nir berakhir sedangkan wujud lain ditimbulkan wujud-Nya. Ia merupakan Maha Esa yg nir bisa dibagi-bagi dan tidak ada satupun zat yang menyamai-Nya dalam segala aspek. Ia melahirkan & dilahirkan.
Untuk mengambarkan adanya Allah, Al-Kindi mengajukan 3 argumen:
- Baharunya alam
- Keanekaragaman dalam wujud
- Kerapian alam
Tentang argumen baharunya alam, Al-Kindi mengemukakan argumennya bahwa nir mungkin alam ini mempunyai permulaan waktu dan setiap yg mempunyai permulaan akan berkesudahan (mutanahi). Setiap benda ada yang menyebebabkan wujudnya & tidak mungkin benda itu sendiri yang menjadi sebabnya. Dengan demikian bahwa alam semesta baharu dan diciptakan dari tiada sang yang menciptakannya, yakni Allah.
Tentang argumen yang ke 2, keanekaragaman dalam wujud, Al-Kindi berargumen bahwa nir mungkin ada keanekaragaman terjadi menggunakan sendirinya atau secara kebetulan, namun terdapat yg menyebabkan atau merancangnya. Sebagai penyebabnya mustahil alam itu sendiri & jika alam yg sebagai karena (Illat?)-nya akan terjadi tasalsul (rangkaian) yang tidak akan habis-habisnya. Dengan demikian bahwa yg sebagai penyebab wajib berada diluar alam itu sendiri, yakni Zat Yang Maha Baik, Maha Mulia, yg mendahului adanya alam, yg diklaim Allah Swt.
Al-Kindi mengungkapkan bahwa ada dua sebab atau ?Illat: Pertama, sebab yg sebenarnya & aksinya merupakan kreasi dari ketiadaan (ibda?) adalah Allah Yang Maha Esa, Pencipta Tunggal alam semesta. Kedua, sebab yg tidak sebenarnya, karena yg mengakibatkan sebab-karena itu sendiri. Sebab ini kentara membutuhkan yg lain tanpa berkesudahan. Ia bukanlah bukanlah karena yang membentuk alam ini.
Tentang argumen yg ketiga, kerapian alam. Al-Kindi menegaskan bahwa alam empiris ini nir mungkin dan terkendali begitu saja tanpa terdapat yang mengatur dan mengendalikannya. Pengatur dan pengendalinya tetntu yg berada diluar alam dan tidak sama dengan alam. Zat itu nir terlihat, namun dapat diketahui dengan melihat kenyataan atau indikasi-indikasi yg masih ada pada alam. Zat itulah yg dianggap Allah.
Demikianlah bahwa sekalipun Al-Kindi bergelut dalam dunia filsafat Yunani, beliau tidak begitu saja menerima ide-ide yg ada didalamnya namun ia menyesuaikan dengan ajaran Islam sebagai akibatnya nuansa keislaman tetap terjaga.
Rujukan:
Majid Fakhry. 2002. Sejarah Filsafat Islam, Bandung: Mizan
George N Atiyeh, Terjm: Kasidjo Djojosuwarno. 1983. Al-Kindi Tokoh Filosof Muslim, Bandung: Pustaka
Sirajuddin Zar. 2012. Filsafat Islam & Filsafatnya, Rajawali Press: Jakarta
Tulisan Zulfian Awaludin , Mahasiswa Filsafat Agama IAIN Syekh Nurjati Cirebon di Qureta.28 Maret 2016. Al-Kindi dan Filsafat Ketuhanan, Pembuktian Keberadaan Tuhan
Begini kemungkinan urutan munculnya 5 gejala Covid-19, ayo disimak!
Inilah efek samping vaksin Covid-19, ada yang sudah tahu?
http://kesehatan.kontan.co.id/news/inilah-efek-samping-vaksin-covid-19-ada-yang-sudah-tahu
Risiko Covid-19 bisa dicegah dengan cara ini, sudah tahu?
http://kesehatan.kontan.co.id/news/risiko-covid-19-bisa-dicegah-dengan-cara-ini-sudah-tahu










